Tiba-tiba saja saat melihat metro tv minggu malam aku teringat
guru bahasa indonesia kelas 12 ku, Bu Rossa yang biasa kami panggil Bu Oca.
Guru super killer yang katanya kl lihat mood dia tinggal lihat saja baju dan
kerudung yang dipakainya, kl merah berarti dia sedang jahat tiada ampun, kl biru jahat tapi
masih bisa ngasih toleransi, dan yang paling kami harap adalah baju hijau karna
saat itulah kami bisa belajar dengan tenang tanpa tekanan dan melihat senyum
indah di wajah cantiknya.
Kami sempat tak mengerti saat pembagian rapot, semua siswa
IPS mendapat nilai merah di MP Bahasa Indonesia. So damn. Kami kebingungan,
sesulit itukah bahasa indonesia? Sehingga yang tertinggi hanya mampu berada di
65? Jelas jauh sekali dari KKM yang saat itu 80.
Teringat saat dikelas tiba-tiba dia menunjukku dan teman
sebelahku, menyuruh kami untuk duduk yang benar tidak terlalu terbuka karna rok yang kami pakai terlalu pendek. Kami saling menatap satu sama lain, sepertinya duduk kami
sudah benar, rok pun sudah sewajarnya, tepat diatas lutut bukan di pertengahan
paha seperti beberapa siswa yang lain. Akhirnya kami berdua memutuskan untuk
memakai rok rample setiap bertemu pelajarannya. Lalu saat hari jumat, aku duduk
diteras bersama teman-temanku, memang hanya aku yang melepas kerudung dan menentengnya, pikirku ini jam istirahat banyak orang yang juga membuka
kerudung. Beliau lewat dan menatapku, aku tersenyum, begitupun beliau. Saat
beliau kembali, rambutku sedikit ditarik “kerudungnya mana ini Sarah, kenapa
dilepas-lepas” aku hanya tersenyum dan segera memakainya.
Betapa rindu dimarahi Ibu, ingin sekali rasanya kembali di
masa SMA...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar