Aku mendapati pesan dari no tak dikenal dan setelah ditanya
ternyata dia Dede, sepupu mantanku dulu. Katanya hanya untuk memastikan no ku
masih aktif atau tidak.
“No aku juga masih yang dulu ko sa, tapi kamu udah gak save”
Begitulah kira-kira akhir dari smsnya. Aku bilang saja hp
dan nomorku rusak.
Hari itu aku sedang dirumah nenekku karna acara bubar
keluarga besar, yah rumah yang tak jauh dari rumah sepupu mantanku itu.
Saat memarkir motor untuk pulang, tiba-tiba aku melihat pria
tinggi agak berisi tepat didepan muka dan ternyata itu KIKI sepupu Dede. Tak banyak
berubah, tetap tampan hanya saja aga menghitam kulitnya. Dia tersenyum sambil
jalan melewatiku, akupun mengangguk. Ternyata dia sedang berkunjung kesini. Aku
tak sangka akan bertemu lagi dengannya.
Seketika kenangannya muncul lagi. Saat aku dihukum tak boleh
memasuki kelas matematika selama 6 pertemuan di awal semester 2 kelas 12,
setiap sabtu kamu rela mengajariku dan tak pergi jalan keluar. Saat melihat
indahnya Bandung di sabtu malam di Bukit Bintang Dago. Saat mendengar lagu
romantis di balkon rumahmu. Dan saat seringkali kau memarahiku karna tak pernah
mau mengantarmu futsal. Perjalanan kita memang singkat, terlalu banyak
kemarahan, terlalu kekanak-kanakan, dan putus kita hanya karna 2 menit -terlalu lucu memang-.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar