Rabu, 24 September 2014

Masa Muda

Laptop ini sepertinya sudah jarang sekali ku buka, sekarang aku hanya diam dan memutuskan untuk menyalakannya. ku buka folder SARCANTA, yah folder yang sengaja dibuat oleh teman semasa kuliahku. Katanya nama ini yang paling cocok buatku “Sarah Cantik tapi Alay” bukan alay yang giman-gimana tapi karena terlalu berlebihan mengidolakan seseorang, saat itu Agus, aku ingat bagaimana mereka membantuku mencari kata agus disetiap tulisan di buku pegangan, bagaimana susahnya mereka membuat grafity sagus untukku. Selain itu aku yang memang lebih muda dari mereka sering kali menunjukan sikap kekanak-kanakanku, dimana warna kursi harus sesuai dengan warna baju yang ku pakai, lucu atau bodoh memang. Seringkali menangis kala ditinggal kekelas duluan.
Ku lihat isi folder itu dan ku buka TAX, berisi foto-fotoku dari awal masuk kuliah sampai wisuda. 3 tahun begitu cepat. Rasanya baru bulan lalu aku berfoto di toilet gedung C bersama Mia, Maylinda, Novi. Belum lama sepertinya aku berpose didepan gedung D (titanic) bersama Cindy, Itank, Maylinda, Mia, Novi. Badanku sangat montok saat itu, wajahku sangat berseri, seperti tak mempunyai beban.
Selanjutkan ku buka TAXHOL, ternyata foto saat kami berlibur. Dufan, liburan pertama kami semester 1. Rindu sekali, ingin rasanya menaiki Halilintar bersama lagi, Histeria, Arum jeram dan segalanya bersama. Teriakan begitu lepas, seakan beban semester 1 lepas semua. Aaaahhh rindu~ selanjutnya liburan di Maribaya, hutan sejuk, membuat kami lebih cantik karna udara yang segar.  Jalan di mall, nongkrong di cafĂ©, ah sepertinya akan sulit berkumpul seperti itu lagi.
MLB! Masuk Lulus Bareng, aaah foto sidang, kurus sekali rasanya tubuhku, jas alter yang biasa terlihat pas, saat itu sangat dodor. Yeeaaayyy kurus. Dan wisuda ternyata kebaya yang ku kira akan sempit malah kedodoran, jubah pun sama, karena lelet saat pengambilan akhirnya keabisan dan dikasih ukuran M. super besaar diet sia-sia rasanya =))
Haaah kl ingat masa ini, sungguh bodoh rasanya, merusak tubuh sendiri.

Kamis, 11 September 2014

SMAku Tercinta 11ku yang Jaya

Aku membereskan rak buku yang terlihat mulai berantakan karena buku yang sering keluar masuk dari tempatnya. Tiba-tiba saja aku melihat booklet masa sekolahku, yah masa menjadi siswa di SMAN 11 Bandung United School Programme (USP), SMA yang menjadi incaran warga Bandung, SMA Favorit, SMA terbaik di Bandung Selatan. Aku bangga menjadi bagian dari sekolah tersebut. Sekolah yang luas tak bertingkat dengan masjid terbesar di SMA se Jawa Barat kala itu, guru olahraga terkiller ever, guru bahasa indonesia terserem forever. SMAN 11 CERIA.
Aku teringat saat menjadi murid baru di sana, tepat di semester 2 tanggal 8 januari 2008. Aku memasuki kelas x-9 bersama 2 orang temanku, mengenalkan diri dihadapan mereka yang telah menjadi siswa disana terlebih dulu. Tak perlu waktu lama untuk berbaur dengan mereka, mereka ramah, baik dan tak pemilih. Dalam hati aku mengatakan “Akhirnya aku bisa disini setelah bertahan dalam ketidaknyamanan di SMA ku dulu, setelah mengikuti tes yang cukup sulit. Alhamdulillah”
Saat menangis karna tidak berhasil memasuki kelas IPA hanya karna nilai biologiku kurang 0,4. Cita-cita yang telah disusun sejak dini hancur seketika. Ini memang salahku karna saat di SMAN 17 dulu, aku malas, lebih mengikuti egoku. Menangis sebelum pergi sekolah, datang terlambat hampir setiap hari, memakai seragam yang salah, bahkan saat guru menjelaskanpun aku hanya diam tak memperhatikan yah tepat di kursi tempatku pojok belakang. Ini sebabnya rapot semester satuku GILA.
Tapi keberuntungan selalu berpihak saat itu, walaupun aku duduk di kelas IPS, aku ditempatkan dikelas IPS terbaik yang menjuluki dirinya KUBUS, aku kenal dengan orang-orang terbaik IPS yang dijuluki “GENG PINTAR”. Lucu memang karna aku menjadi salah satu diantara mereka ber5. Aku memang malas, belajar hanya karna ada tugas rumah. Tapi inilah keberuntungan, 5 besar selalu ditangan, ini pasti turunan dari papah =)). Olimpiade Akuntansi se-Bandung, cerda cermat ekonomi se-Bandung, alhamdulillah bisa membuat mamah papah bangga.
Memasuki kelas 3, aku ditempatkan dikelas yang katanya “kelas sisa”, tak ada anggota GP yang sekelas lagi denganku. Dikelas ini anaknya konyol semua, kami menjuluki kelas ini dengan sebutan PLAKONYE, kecoa mati kami kubur bersama, kami bacakan tahlil bersama. Kebodohan tapi ini lucu. Saat kami dilarang memasuki kelas matematika karna telat, 6 pertemuan kami lewatkan padahal UN makin dekat. Surat perjanjian yang akhirnya meloloskan kami ber 9 dan akhirnya diperbolehkan kembali mengikuti kelas. Main poker sampai akhirnya dijuluki Ratu Poker karna kepandaianku mengalahkan para pria HAHAHA. Membuat rujak dijam istirahat dan memakannya di taman sekolah sampai terkena marah, konser didepan kelas hingga dikejar guru,rubik sampai salah satu guru marah karna kami terlalu asik dan UNO sampai ngebadut.

Sampai akhirnya aku lulus dari sana, banyak sekali cerita, berwarna. Mulai dari menjadi siswa baru, Geng terpandang, dan tersomplak.