Rabu, 09 Juli 2014

Maaf!!

Teringat ramadhan lalu, saat Kakak masih disini. Selalu ada waktu untuk makan bersama saat adzan magrib berkumandang. Dirumahku, dirumah Kakak, atau di resto favorit kita. Status kita memang tak pernah jelas hingga akhirnya Kakak memutuskan untuk menerima tawaran mutasi kerja di Bangka sana. Jarak memisahkan kita, perlahan Kakak pergi, semakin jarang bertukar kabar, dan akhirnya Kakak menghilang. Aku tau Kakak begini karna sikapku yang terlau sering mengabaikan ketulusan Kakak. Hari ini aku mengingat mu Kak, sedang apa Kakak disana? Terkadang aku rindu tapi mungkin ini yang terakhir karna kemarin kekasihmu menelponku, menyuruhku membujuk Kakak untuk mengajaknya menikah. Aku heran untuk apa Kakak memberi nomorku padanya? Dia juga sempat menyuruhku untuk tak mengganggu kakak lagi, jelas aku marah karna aku tak pernah mengganggu Kakak. Apa pernah aku menghubungi Kakak terlebih dahulu? Aku menyuruhnya untuk bertanya pada Kakak karna menurutku Kakaklah yang sering menggangguku, mengusikku. Kakak seringkali menipuku dengan memakai no baru, pin orang lain, bahkan account twitter milik orang lain juga. Aku menyuruhnya untuk bertanya kapan terakhir Kakak WA aku dengan menggunakan no baru dan nama samaran, terus memujiku, menasehati seakan sudah kenal baik.

Dia terdiam saat aku menyuruhnya menanyakan hal itu dan segera mengakhiri pembicaraan. Maafkan aku Kak membocorkan semuanya. Aku iba pada pacar Kakak. Dia wanita lembut, tak pantas dikhianati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar