Mama mendapati telpon dari sekolah adikkku, katanya dia tak masuk lagi sekolah sejak hari Sabtu, mau tak mau, suka tak suka Papaku harus menemui guru BK dan Wali Kelasnya. Aku tak mengerti akan jalan pikirannya. Setelah cuti selama 2.5 bulan dan pindah jurusan masih saja dia mengulangi kesalahan yang sama.
Untung saja Papa memasukkannya ke sekolah terbaik, walaupun swasta tapi aku yakin tak ada sekolah lain yang bisa memberikan cuti pada muridnya.
Sudah bisa dipastikan, jika seperti ini secara otomatis jantung mama kambuh dan emosi papa meningkat. Kl mama sakit, papa tak akan tenang. Jika papa tak tenang kami anaknya yang kena imbas.
Rabu, 13 Agustus 2014
Jumat, 08 Agustus 2014
Lagi?
Entah kenapa malam itu tiba-tiba aku mengingatnya. Aku alihkan
fikiranku pada yang lain sampai akhirnya tak ada lagi. Aku ajak saja mama
ngobrol agar aku tak memikirkan hal yang lain-lain. Malam ini ini aku
memutuskan tidur bersama mama, karna papa tak dirumah jadi kami hanya tidur
berdua dikamar.
Dia mengecek handphoneku, lalu bertanya mengenai kode-kode
nama yang ku tulis dihandphone “ini siapa aja? Dari sekian banyak aku ko cuma tau
1 SDK = Sodik sisanya kamu gak pernah jelasin sama aku” tampak pria itu
berkulit lebih gelap dari sebelumnya, menggunakan polo shirt coklat. Aku kebingungan
saat dia tiba-tiba dateng, mengecek handphone dan tetiba minta penjelasan. Aku tak
menghiraukan pertanyaannya. Lalu papa ku keluar dari kamar dan langsung
bertanyata pada pria itu dengan nada setengah bercanda “kemana aja? Masih punya
muka buat datang kesini lagi?” pria itu hanya tertawa dengan suara khasnya.
Aku tersadar dan segera bangun dari tidur, syukurlah itu
hanya mimpi. Semua yang tak mungkin memang tak akan pernah terjadi. Right? :)
Langganan:
Postingan (Atom)