Hallo Bandung, akhirnya sampai tepat dibulan Ramadhan. Perjalanan
jauh dan sangat singkat.
Waktu sudah menunjukkan pukul 6.40 aku memutuskan untuk
langsung pergi menuju masjid bersama Mamah, Papah dan Adik-adikku untuk
melaksanakan solat terawih. Ingin sekali rasanya beristirahat dulu sejenak
setelah perjalanan Jakarta-Bandung di bis tapi tak mungkin melewatkan moment
ini begitu saja. Aku solat di saff paling depan karna datang terlambat.
Adzan isya berkumandang, setelah selesai para jamaahpun
melaksanakan solat sunah kobla. Aku melihat sesosok pria berperawakan tidak tinggi
kurang lebih sama sepertiku 155cm atau lebih tinggi 2 – 3cm, putih, mengenakan
koko putih, sarung agak kecoklatan dan peci hijau tersenyum saat melihatku. Ternyata
Agus, teman mengajiku dulu, teman bercandaku dulu, teman pria pertama yang
mengajakku kencan, orang pertama yang menyatakan cinta padaku, mengantarkan dan
menjemputku sekolah.
Dia terlihat jauh lebih dewasa sekarang, maklum satu bulan
kedepan dia akan menjadi seorang ayah muda yang berusia 23 tahun. 6 tahun sudah
berlalu, kau tetap seperti dulu, tak banyak berubah. Aku tak menyangka akan
bertemu dengan mu lagi setelah 14 bulan lalu kita bertemu dipelaminan.
Aku masih ingat saat menerima undangan langsung dari tanganmu,
awalnya terasa sangat sakit, tapi setelah bertemu dipelaminan semua hilang. Tanpa
berusaha untuk melupakan ternyata semua hilang begitu saja.
Setelah solat selesai, saat akan mengambil sandal di teras
masjid dia menegur ku. Obrolan singkat yang tak jauh beda dengan obrolan beberapa
tahun kebelakang, hanya basa basi agar tak terputus silaturahmi.