Minggu, 29 Juni 2014

Hallo Cimon

Hallo Bandung, akhirnya sampai tepat dibulan Ramadhan. Perjalanan jauh dan sangat singkat.
Waktu sudah menunjukkan pukul 6.40 aku memutuskan untuk langsung pergi menuju masjid bersama Mamah, Papah dan Adik-adikku untuk melaksanakan solat terawih. Ingin sekali rasanya beristirahat dulu sejenak setelah perjalanan Jakarta-Bandung di bis tapi tak mungkin melewatkan moment ini begitu saja. Aku solat di saff paling depan karna datang terlambat.
Adzan isya berkumandang, setelah selesai para jamaahpun melaksanakan solat sunah kobla. Aku melihat sesosok pria berperawakan tidak tinggi kurang lebih sama sepertiku 155cm atau lebih tinggi 2 – 3cm, putih, mengenakan koko putih, sarung agak kecoklatan dan peci hijau tersenyum saat melihatku. Ternyata Agus, teman mengajiku dulu, teman bercandaku dulu, teman pria pertama yang mengajakku kencan, orang pertama yang menyatakan cinta padaku, mengantarkan dan menjemputku sekolah.
Dia terlihat jauh lebih dewasa sekarang, maklum satu bulan kedepan dia akan menjadi seorang ayah muda yang berusia 23 tahun. 6 tahun sudah berlalu, kau tetap seperti dulu, tak banyak berubah. Aku tak menyangka akan bertemu dengan mu lagi setelah 14 bulan lalu kita bertemu dipelaminan.
Aku masih ingat saat menerima undangan langsung dari tanganmu, awalnya terasa sangat sakit, tapi setelah bertemu dipelaminan semua hilang. Tanpa berusaha untuk melupakan ternyata semua hilang begitu saja.
Setelah solat selesai, saat akan mengambil sandal di teras masjid dia menegur ku. Obrolan singkat yang tak jauh beda dengan obrolan beberapa tahun kebelakang, hanya basa basi agar tak terputus silaturahmi.

Bye Palu

Selamat tinggal Palu, semoga bisa menginjakkan kaki kembali disana, dikota tercintamu. Akhirnya setelah 3 tahun berteman di sosial media kita bisa berjumpa. Singkat memang, tapi waktu belum mengijinkan aku untuk bertemu dengan mu lebih lama. Suatu hari kita akan bertemu lagi kan?
Adik tercantik yang ku punya disebrang pulau sana, terima kasih untuk 3 tahun ini telah menjadi pendengar, pemberi, penolong, penyemangat dan segalanya untuk kakak yang katanya jutek, cengeng, gampangan marah dan egois. Terima kasih juga untuk perjalanan singkat dikotamu kemarin.

One more, thanks very well Ayati Murti Ningrum seorang calon mahasiswa di pulau Sulawesi yang namanya sangat Jawa hahaha 

Jumat, 27 Juni 2014

Randomly

Masalah ini apa memang aku yang membuatnya sendiri? Aku pikir tak akan menjadi panjang seperti ini. Ini hanya masalah aku tak ingin di follow. Tiba-tiba saja dia merasa tersindir dengan segala yang ku tulis, menyuruhku berbicara langsung kl memang tak menyukainya. Aku berani bersumpah, tak ada satupun tulisanku yang ditujukan untuknya, kecuali ini mungkin sengaja ku tulis untukmu. Aku berusaha belajar dari kesalahan terdahulu agar tak mendapat masalah yang sama. Jika memang ada yang merasa tersakiti, tersindir, terbebani, aku minta maaf dengan segala kerendahan hati.
Tiba-tiba mendapati pesan di path, yah sudahlah kl memang itu yang terbaik menurutnya. Jika ingin terus memojokkanku silahkan saja.

Jujurloh sedikit banyak ini mengangguku, menambah beban fikiranku, menyakitiku. Membuatku merasa bersalah atas apa yang tak ku lakukan, akibat kesalah pahaman, kenegatifan.
Tuhan tau kan? Tuhan tak pernah tidurkan?
Apa salah jika aku menyesali pertemuan? Apa salah jika aku berandai-andai?

Andai saja aku tak kenal dengan pria itu mungkin aku juga tak akan terjebak dengan masalah ini. Andai saja semua orang sama dan bisa mengerti satu sama lain.

Ini Aku

Entahlah apa lagi, untuk apalagi terus mengusikku?
Kau sudah bahagia, lanjutkan saja mimpimu. Tak perlu campuri lagi urusanku. Aku sudah berusaha untuk dewasa dan bersabar tapi aku hanya manusia biasa yang tentu mempunyai batas kesabaran. Aku selalu berusaha baik padamu, tanpa ada rasa marah, dendam atau apapun itu. Sikapku memang seperti ini, kurang ramah. Kl kau ingin berteman, aku sudah terima dengan lapang. Jika kau mencari musuh, maaf kau salah orang, aku hidup untuk berbahagia bukan untuk mencari musuh ataupun memenuhi hati dengan perasaan dendam.

Terserah apa katamu, apa penilaianmu, inilah aku

Rabu, 25 Juni 2014

Be Positive

Semua yang tertulis tidak selalu tentang aku kan?
Semua yang tertulis juga tidak selalu tentang kamu
Semua pesan yang ku tulis tidak selalu ditujukan untukmu
Begitu juga sebaliknya, pesan yang kau sampaikan juga bukan selalu untukku kan?
Temanku bukan hanya kamu, temanmu juga bukan hanya aku
Aku dan kamu pun hanya sebatas kenal, tak lebih
Apa mungkin kita mempunyai masalah satu sama lain?
Aku rasa tidak, karna mungkin masalah akan timbul jika kita sering bertegur sapa, mengobrol banyak, bercerita satu sama lain.
Aku yakin semua yang menjelekkan atau memuji itu bukan ditujukan untukku karna aku pun begitu tak pernah menyindirmu atau mengangkatmu dimanapun.
Namanya hidup, banyak salah paham
Bilang ini ke A malah si B yang ngerasa.

Kita orang cerdas bukan? Yuk Be Positive Thinker ;)

Kamis, 19 Juni 2014

Lucu Saja

Tiba-tiba saja saat akan tidur bayanganmu hadir, entah kenapa sampai saat ini aku masih saja mengingatmu padahal sudah 2 tahun yang lalu, tak pernah bertukar kabar atau bahkan hanya saling sapa. Apa kamu masih sesekali mengingatku? atau sudah sangat melupakan aku? sudahlah aku tak peduli.
Aku melihat fotomu bersama kekasih barumu, banyak sekali, aku iri melihatnya, dulu saat bersamaku tak pernah sekali pun kamu mau berfoto denganku, atau bahkan hanya memajang namaku di sosmedmu. Sakit memang melihatnya, dulu saat bersamaku, foto wanita lain yang ada di handphone mu, yah wanita yang sekarang menjadi pilihanmu.
Aku masih bertanya, apa dulu kau benar-benar menyayangiku? atau hanya mempermainkanku dan berpura-pura menyayangiku bahkan mencintaiku? oke itu hanya pertanyaan bodoh yang tak akan pernah terjawab sampai kapanpun.
Sekarang aku beranjak dari tempat tidurku dan menatap wajahku di cermin lalu bertanya "apa mukaku sangat memalukan untuk diperlihatkan pada orang-orang terdekatmu?" mungkin iya, tapi untuk apalagi aku mempertanyakan hal itu toh sekarang kita sudah tak saling mengenal bukan?
Kadang aku sedih melihat tingkah pacarmu yang selalu mengatai orang "jomblo" mungkin bukan aku yang dia maksud tapi kl pun itu ditujukan untukku, aku tak masalah. Aku bahagia hidup seperti ini, aku sendiripun bukan karena tak ada yang menginginkanku hanya saja aku senang menikmatinya. Aku bebas, tak terikat olaeh siapapun, aku bisa pergi sesuka hati dan dengan siapapun. Single lebih baik kan daripada berdampingan dengan orang yang salah (lagi)?

Senin, 16 Juni 2014

Kecewa

Minggu siang,
PING !!!
Ternyata pesan dari Mr. D, seperti biasa mengajakku jalan, akupun menyetujuinya dan memutuskan pergi sehabis solat ashar.
Kami bertemu di depan kosannya. Sebelum pergi dia mengajakku ke tempat temannya dan ngobrol beberapa menit. Setelah obrolannya selesai, kami pergi. Kami masih bingung dengan tujuan jalan. Akhirnya dia mengajakku ke Lawang Wangi Space Art. Kami berkeliling mengitari lantai 1, menikmati seni-seni yang terpajang disana sampai akhirnya kami memutuskan naik di lantai 2 dan memesan makanan. Obrolannya seperti biasa, hanya menceritakan kota kelahirannya. Cukup menarik. Jauh berbeda dengan suku ku.
Waktu sudah menunjukkan pukul 18.10, aku mengajaknya untuk turun dan melaksanakan solat magrib, dia pun mengiyakan, tapi saat sampai depan mushola dia malah menuju parkiran dan menungguku solat. Ya Tuhaaaaan pria macam apa dia.
Selesai solat aku menemuinya
“Kamu kok gak solat sih”
“nanti ramdhan solatnya”
“astagfirullooohhh tobatlah wahai kau manusia”
Dia hanya tertawa, entahlah apa yang ada di pikirannya. Dengan mudah melupakan kewajibannya.
Aku kecewa.

Jumat, 13 Juni 2014

Wanitanya

Hari ini aku harus bertemu dengan wanita yang sekarang menjadi kekasih mantanku dulu. Dia mampir kerumahku setelah bertemu temannya di daerah yang tak jauh dari rumahku. Kita berbincang, yah ngobrol sewajarnya sesama wanita dan tak sedikitpun ada pembahasan tentangnya. Aku tak melihat dia bicara dengan menghadapkan mukanya padaku, entahlah kenapa. Aku memperhatikannya dari samping, ternyata ini wanita yang sekarang dia sayang, yang sekarang mendapat perhatian dari dia, yang kini selalu di nomor satukan dia? jelaslah dia mengagumi wanita ini, jauh berbeda denganku yang seperti ini. Kalian cocok. Syukurlah jika wanita ini sangat bisa membahagiakanmu, insya allah aku turut bahagia.

Kamis, 12 Juni 2014

Galau Siang Bolong

Satu bulan sudah sejak aku memutuskan untuk resign dari tempat kerjaku, kebosanan mulai melanda, entah apa yang harus kukerjakan di siang bolong begini. Aku mengambil handphoneku dan membuka bbm yang masuk, dari beberapa temanku ternyata. setelah membalas pesan-pesan itu aku membuka RU dan sial sekali dia berada di paling atas mengganti display picture, fotonya bersama seorang wanita yah mungkin kekasihnya dari Kalimantan sana. Mukanya mirip, tapi tak cantik.

Entah 11 Keberapa

Tepat pukul 3 dini hari handphoneku berdering, akupun bangun dan mengangkat telpon tersebut tenyata Sodik yang sengaja membangunkanku untuk mengajak tahajud. Akupun bergegas mengambil air wudhu dan melaksanakan solat. Tak lama setelah aku selesai, aku menerima pesan dan ternyata dari sodik juga “selamat tanggal 11 sa, sodik kerumah pulang kuliah” ternyata hari ini tanggal 11, masih saja dia ingat padahal jelas-jelas aku telah menyia-nyiakannya. Aku melarangnya untuk kerumah karna untuk apalagi dia bertemu denganku.
Tanpa diduga dia tetap datang dengan membawa tas kecil berisikan sesuatu “untuk kamu sa biar nanti gak ada alasan lagi kl sodik ajak joging."
"udahlah sod jangan gini terus, dikampus banyak tuh yang suka kamu, kenapa masih aja gini sama yang tua?"
Dia hanya tersenyum, entahlah isyarat apa itu. Akupun menyuruhnya untuk pulang tanpa mempersilahkan masuk terlebih dahulu. Dia pulang tetap dengan senyumannya, entahlah apa yang akan dia lakukan selanjutnya.

Selasa, 10 Juni 2014

Sepertinya

Entah kenapa malam ini tiba-tiba aku ingin melihat handphone dan membaca RU di BBM, ini memang langka aku dengan sengaja membuka-buka RU. Awalnya biasa saja karna isi updatean hanya teman-temanku yang kegirangan, kegalauan, kecapean dan shit ada Mr. D disana update menyatakan kl besok adalah hari yang paling dia tunggu dengan memakai emot love. Oke seketika lemas tubuh ini dan dengan segera aku menyimpan kembali handphone ku dan membuka laptop untuk melanjutkan tugasku.
Aku mengerjakan tugaspun tak fokus, aku memikirkan apa dugaanku benar kl dia sudah punya seseorang spesial di Tarakan sana dan esok adalah hari dimana wanitanya akan datang ke Bandung untuk bertemu dengannya? ah sudahlah sepertinya sebelum semua terlambat aku harus segera menghapus rasa ini..

Minggu, 08 Juni 2014

Apakabar Janjimu

Sabtu malam tadi ku tunggu pesannya, tapi tak juga datang padahal dia sudah berjanji akan pergi bersamaku besok pagi untuk olahraga bersama. karna pesannya tak juga kunjung datang aku pun memutuskan untuk tidur tepat pukul 1.20 pagi.
Adzan subuh berkumandang, akupun bangun dan pergi untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan solat subuh. setelah selesai beribadah aku mengecek handphone ku dan ternyata seseorang meninggalkan pesan, ternyata dari Mr. D. Pesan itu masuk pukul 2.17 dia berpesan untuk besok pagi aku datang langsung kekosannya untuk membangunkannya pagi hari, dengan tanpa berpikir panjang akupun menolaknya dan hingga saat ini pesanku masih belum dia baca, aku yakin dia masih tertidur lelap dengan melupakan janjinya..

oke sekarang handphone ku berbunyi dan ternyata pesan dari dia, minta maaf karna baru bangun. aku maafkan walaupun rasa kesal menggumpal dihati.

Kamis, 05 Juni 2014

Kamu Kemana?

4 hari setelah kamu memaksaku kembali ke kosan untuk jalan bareng menghabiskan hari minggu bersama, kamu tak pernah memberi kabar. Apa kamu marah? Apa kamu bosan? Aku merindukanmu...
Aku merasa tersiksa dengan ini. Aku ingin menghubungimu, tapi takut. Aku ingin menyapamu, tapi tak berani. Aku ingin diam, tapi tak tahan.

Kamu dimana? Kemana? Apa kabar?
Aku merasa kehilangan kamu Mr. D

Sabtu Malam 2

Dua minggu sudah berlalu, Mr.D mengajak jalan lagi padaku, yah tepat di sabtu malam. Aku menolaknya karna sudah larut dan dia memutuskan untuk mengajak jalan esok di pagi hari dan akupun menyetujuinya.

Minggu pagi.
Aku mencoba menghubunginya, untuk memastikan janjinya kemarin. Pesanku tak dibaca mungkin dia memabatalkannya. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya dia pun membalas dan menyuruhku untuk menjemput di kosannya, akupun meng-iya-kannya. Sesampainya di pinggir jalan, didepan jalan kecil tempatnya tinggal aku mengabarinya dan dia menyuruhku menunggunya (lagi). Tak lama dia pun muncul, tuhaaaaaaannn benarkah ini dia? semakin bersinar hahaha
Diapun mengendarai motorku dan aku duduk dibelakangnya, wangi parfumnya masih tercium sampe sekarang. Kita berputar-putar mencari tempat parkir sampe akhirnya kita menemukan tempat parkir, dibawah jembatan Pasopati Bandung. Kita pun berjalan hingga ujung jalan yang dipakai untuk Car Free Day disetiap minggu pagi. Kita berdua duduk menyaksikan pertunjukan POLANTAS, kita ngobrol, bercanda, tertawa.. Dia berusaha memegang taganganku saat berjalan tapi aku menolaknya karena aku masih tak tau mengenai statusnya. Mungkin saja di Tarakan sana dia mempunyai seseorang yang spesial.
Setelah selesai memutari area CFD dia pun memintaku mengantarkannya ke kosannya. Sesampainya di kosan, dia menyuruhku tetap diam di teras untuk ngobrol tapi aku memutuskan pulang. Akhirnya setelah berusaha memaksaku, diapun mengijinkan untuk pulang.

Belum sampai lima menit aku sampai di rumah, handphoneku berbunyi, ternyata pesan dari dia "tem balik lagi kesini dong, masih kangen juga cepet banget pulangnya" aku hanya senyum dan membalas dengan tolakan yang halus dan seperti biasa dia memaksa hingga aku berbohong dan diapun menyerah.

Tuhaaaaan, apakah akan ada pertemuan selanjutnya?

Sabtu Malam

Sabtu malam, tak terasa sudah satu minggu yang lalu.
Aku merindukannya. Yah merindukan dia (Mr.D) yang sabtu malam lalu menghabiskan waktu denganku. Sesosok pria berperawakan tinggi, kurus, putih, dan romantis. Ingin rasanya mengahabiskan sisa waktu ini bersamanya tapi apa mungkin? Aku rasa tidak, yang aku yakini adalah dia seorang yang mungkin memperlakukan semua wanita seperti dia memperlakukanku dan aku yakin banyak wanita yang jauh lebih baik yang juga berharap hidup bersamanya. kadang aku tak peduli dengan omongan semua orang, aku tetap ingin bersamanya walaupun aku tahu saat lulus kuliah nanti dia pasti akan mengabdi pada kota kelahirannya, Tarakan, Kalimantan Timur.

Aku tak marah saat dia memanggilku dengan sebutan “item”, aku juga tak marah saat dia cubit cubit tanganku yang selalu tampak seperti tangan anak kecil. Apa yang dia bicarakan selalu menarik bagiku. Tatapannya kadang mengingatkanku pada seseorang yang dulu, tapi aku pastikan dia berbeda. Aku malu saat dia terus menatapku tajam, jadi salting.

Sial!! sekarang aku selalu menunggu Whatsapp masuk dan berharap itu dari dia, selalu merasa kecewa saat menerima whatsapp ternyata itu bukan dia. Saat dia tak memberi kabar, hati ini selalu bertanya-tanya dan takut dia akan pergi.

Tuhan, sepertinya aku jatuh cinta ...