Sabtu malam, tak terasa sudah satu minggu yang lalu.
Aku merindukannya. Yah merindukan dia (Mr.D) yang
sabtu malam lalu menghabiskan waktu denganku. Sesosok pria berperawakan tinggi,
kurus, putih, dan romantis. Ingin rasanya mengahabiskan sisa waktu ini bersamanya
tapi apa mungkin? Aku rasa tidak, yang aku yakini adalah dia seorang yang
mungkin memperlakukan semua wanita seperti dia memperlakukanku dan aku yakin
banyak wanita yang jauh lebih baik yang juga berharap hidup bersamanya. kadang
aku tak peduli dengan omongan semua orang, aku tetap ingin bersamanya walaupun
aku tahu saat lulus kuliah nanti dia pasti akan mengabdi pada kota kelahirannya,
Tarakan, Kalimantan Timur.
Aku tak marah saat dia memanggilku
dengan sebutan “item”, aku juga tak marah saat dia cubit cubit tanganku yang
selalu tampak seperti tangan anak kecil. Apa yang dia bicarakan selalu menarik
bagiku. Tatapannya kadang mengingatkanku pada seseorang yang dulu, tapi aku
pastikan dia berbeda. Aku malu saat dia terus menatapku tajam, jadi salting.
Sial!! sekarang aku selalu menunggu
Whatsapp masuk dan berharap itu dari dia, selalu merasa kecewa saat menerima whatsapp
ternyata itu bukan dia. Saat dia tak memberi kabar, hati ini selalu
bertanya-tanya dan takut dia akan pergi.
Tuhan, sepertinya aku jatuh cinta ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar