Masalah ini apa memang aku yang membuatnya sendiri? Aku pikir
tak akan menjadi panjang seperti ini. Ini hanya masalah aku tak ingin di
follow. Tiba-tiba saja dia merasa tersindir dengan segala yang ku tulis,
menyuruhku berbicara langsung kl memang tak menyukainya. Aku berani bersumpah,
tak ada satupun tulisanku yang ditujukan untuknya, kecuali ini mungkin sengaja
ku tulis untukmu. Aku berusaha belajar dari kesalahan terdahulu agar tak
mendapat masalah yang sama. Jika memang ada yang merasa tersakiti, tersindir,
terbebani, aku minta maaf dengan segala kerendahan hati.
Tiba-tiba mendapati pesan di path, yah sudahlah kl memang
itu yang terbaik menurutnya. Jika ingin terus memojokkanku silahkan saja.
Jujurloh sedikit banyak ini mengangguku, menambah beban
fikiranku, menyakitiku. Membuatku merasa bersalah atas apa yang tak ku lakukan,
akibat kesalah pahaman, kenegatifan.
Tuhan tau kan? Tuhan tak pernah tidurkan?
Apa salah jika aku menyesali pertemuan? Apa salah jika aku
berandai-andai?
Andai saja aku tak kenal dengan pria itu mungkin aku juga
tak akan terjebak dengan masalah ini. Andai saja semua orang sama dan bisa
mengerti satu sama lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar