Terkadang aku takut untuk menjadi dewasa, aku belum siap
menghadapi semuanya. Menghadapi orang-orang diluar sana yang saling sikuk
menjatuhkan satu sama lain, menghadapi masalah yang tentunya jauh berbeda
dengan masalah seorang pelajar, bertemu orang-orang baru yang tak sama sekali
tahu isi hatinya.
Aku merasa malu, benar-benar malu. Ketika orang lain telah
bisa memberi sesuatu kepada orangtuanya, aku masih saja meminta,
bermanja-manjaan, bahkan menyakiti mereka. Uang saku yang masih mengalir, biaya
kuliah yang masih menjadi beban mereka. Aku pikir dengan selesai kuliah,
mendapat pekerjaan, dan berumur matang bisa dengan begitu saja mengurangi beban
orangtuaku, ternyata tidak. Bukan aku memberi saat menerima gaji, malah meminta dipertengahan bulan.
21 tahun, usia yang sudah tak muda lagi. Sudah menyelesaikan
studi diploma 3 semenjak 1,5 tahun yang lalu, harusnya sudah benar-benar tak
membebani orang tua. Aku berusaha untuk benar-benar mengubah sikapku yang
terlalu kekanak-kanakan.
Tuhan, bisakah aku selamanya terus muda? Terus bersama kedua
orang tua dan kedua adikku? Bisakah kita terus bersama sampe nanti tanpa ada
siapapun?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar