Kamis, 05 Februari 2015

Takut

Terkadang aku takut untuk menjadi dewasa, aku belum siap menghadapi semuanya. Menghadapi orang-orang diluar sana yang saling sikuk menjatuhkan satu sama lain, menghadapi masalah yang tentunya jauh berbeda dengan masalah seorang pelajar, bertemu orang-orang baru yang tak sama sekali tahu isi hatinya.
Aku merasa malu, benar-benar malu. Ketika orang lain telah bisa memberi sesuatu kepada orangtuanya, aku masih saja meminta, bermanja-manjaan, bahkan menyakiti mereka. Uang saku yang masih mengalir, biaya kuliah yang masih menjadi beban mereka. Aku pikir dengan selesai kuliah, mendapat pekerjaan, dan berumur matang bisa dengan begitu saja mengurangi beban orangtuaku, ternyata tidak. Bukan aku memberi saat menerima gaji, malah meminta dipertengahan bulan.
21 tahun, usia yang sudah tak muda lagi. Sudah menyelesaikan studi diploma 3 semenjak 1,5 tahun yang lalu, harusnya sudah benar-benar tak membebani orang tua. Aku berusaha untuk benar-benar mengubah sikapku yang terlalu kekanak-kanakan.

Tuhan, bisakah aku selamanya terus muda? Terus bersama kedua orang tua dan kedua adikku? Bisakah kita terus bersama sampe nanti tanpa ada siapapun?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar