Wanita biasa sama seperti yang lainnya. Wanita yang pandai
menutupi perasaannya, mampu menahan sakit, mampu menutupi kesedihan, mampu
terus berjuang walau sudah sangat lelah, mampu bertahan walau terkadang oleng,
mengekspresikan kebahagian yang terkadang berlebihan.
Menjadi seorang yang berusaha bersikap baik pada semua orang
walaupun dicaci, dimaki, dihina, diabaikan. Berusaha selalu sabar menghadapi
para penggoda, pengganggu, pengkhianat. Tetap menjaga hati walaupun sudah
sangat teriiris. Tetap berpositif agar tak timbul dendam, tak timbul suudzan. Berusaha
menikmati hidup yang sudah semakin terbatas. Segala sesuatu yang selalu
dipantau, membuatku menjadi lebih berhati-hati akan segala hal.
Sabar memang tak berbatas, sepertinya aku bukan wanita
sabar, aku hanya berusaha sabar dan akhirnya gagal. Emosi yang tiba-tiba meluap
entah karena hal apa yang jelas setelah aku tenang dan berpikir kembali
ternyata memang aku yang terlalu sensitive karena bosan menjadi sabar.
Baik, tak akan pernah terpikir untuk menjadi jahat. Aku hanya
berusaha baik, karena saat kebaikanku dimanfaatkan, di tertawakan, aku kesal
dan marah terkadang juga menyesal pernah menjadi baik dan berusaha menjaga
perasaan orang lain yang sebenarnya mereka juga tak pernah menjaga perasaanku
sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar